Jurnal Teknologi Infrastruktur https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft <div id="main-content" class="page_index_journal"> <div class="journal-description"> <p><strong>Jurnal Teknologi Infrastruktur (TEKSTUR)</strong> merupakan jurnal keilmuan<strong> bidang sipil dan lingkungan</strong> yang memuat tulisan-tulisan ilmiah mengenai penelitian-penelitian murni dan terapan serta ulasan-ulasan umum tentang perkembangan teori, metode dan ilmu-ilmu terapan terkait.</p> </div> </div> id-ID Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS POTENSI BAHAYA KERJA DAN PENGENDALIANNYA PADA STASIUN LOADING RAMP DI PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DENGAN METODE HIRAC https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/364 <p><strong>ABSTRAK</strong><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Analisis Potensi Bahaya Kerja Dan Pengendaliannya Pada </strong><strong><em>Stasiun Loading Ramp </em></strong><strong>Di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Dengan Metode HIRAC</strong></p> <p>Pundi Lahan Khatulistiwa merupakan perusahaan perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha perkebunan serta pengolahan minyak kelapa sawit. Berdasarkan data kecelakaan kerja pada proses pengolahan kelapa sawit PT. Pundi Lahan Khatulistiwa Kabupaten Kubu Raya dari 8 stasiun didapatkan jumlah kasus kecelakaan kerja dari sepanjang tahun 2014-2021 yaitu pada stasiun <em>granding</em>terdapat 2 kasus, stasiun <em>loading ramp </em>terdapat 5 kasus, stasiun <em>sterilizer </em>terdapat 1 kasus, stasiun <em>digester</em>dan <em>press</em>&nbsp;terdapat 3 kasus, stasiun <em>klarifikasi</em>&nbsp;terdapat 1 kasus, stasiun <em>nut</em>&nbsp;dan <em>kerrel</em>&nbsp;terdapat 2 kasus, stasiun <em>boiler </em>terdapat 2 kasus, dan stasiun <em>engine room</em>&nbsp;terdapat 1 kasus. Berdasarkan data tersebut maka peneliti melakukan analisis potensi bahaya dan pengendalian pada stasiun <em>loading ramp</em>&nbsp;dimana akan dilakukan dengan menggunakan metode HIRAC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya yang ada, melakukan penilaian risiko serta pengendaliannya. Metode pengambilan data yang dilakukan menggunakan lembar identifikasi bahaya dan juga wawancara kepada pekerja stasiun <em>loading ramp</em>. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatlah nilai potensi bahaya untuk kategori <em>medium risk</em>&nbsp;sebesar 45%, <em>high risk</em>&nbsp;sebesar 45% dan <em>ekstrem risk</em>&nbsp;sebesar 10%. Dari potensi bahaya yang telah didapat maka dilakukan pengendalian <em>hirarchy controls</em>&nbsp;pada sumber bahaya sehingga tingkat risiko kategori <em>extreme </em>dan <em>high </em>menjadi <em>medium</em>&nbsp;sebesar 45%, serta kategori &nbsp;<em>medium </em>menjadi <em>low </em>sebesar 55%.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: HIRAC, Loading Ramp, Potensi Bahaya, Penilaian Risiko, Stasiun</p> wesila Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Teknologi Infrastruktur https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/364 Sat, 23 Dec 2023 00:00:00 +0700 Analisa Penerapan SMK3 Di PT PLN (Persero) UPK Singkawang Unit PLTU 3 Bengkayang 2x50 MW https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/373 <p style="font-weight: 400;">PLN merupakan perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang kelistrikan. Di Indonesia sendiri perkembangan PT. PLN semakin hari semakin berkembang pesat, penggunaan teknologi dan peralatan operasional yang semakin canggih membuat keterlibatan manusia sebagai pekerja juga semakin banyak. Oleh karena itu perlu menjadi perhatian khusus dalam Penerapan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk setiap kegiatan operasionalnya. PT. PLN Unit Pelayanan Kegiatan (UPK) Singkawang Unit PLTU 3 Bengkayang 2X50 MW sudah menerapkan SMK3 yang baik, hal ini dibuktikan dengan pernyataan bahwa PT. PLN (Persero) UPK Singkawang pada tahun 2021 nihil kecelakaan kerja <em>(zero accident). </em>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkait penerapan pelaksanaan SMK3 yang telah dilakukan dan memberikan pemaparan secara singkat mengenai pembinaan K3 yang telah dilakukan oleh manajemen K3 sehingga berdampak pada tercapainya nihil kecelakaan kerja <em>(zero accident) </em>pada tahun 2021 di PT. PLN (Persero) UPK Singkawang Unit PLTU 3 Bengkayang 2x50 MW. Metode pengambilan data yang dilakukan menggunakan metode kuisioner dan wawancara dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai persentase dari penerapan SMK3 yang telah dilaksanakan oleh PT. PLN (Persero) UPK Singkawang Unit PLTU 3 Bengkayang 2x50 MW sebesar 85,54% dengan kriteria kesesuaian sebanyak 142 kriteria dari total penilaian untuk penerapan kategori perusahaan tingkat lanjutan sebanyak 166 kriteria, dengan tingkat pencapaian SMK3 yang memuaskan.</p> Devina Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Teknologi Infrastruktur https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/373 Sat, 23 Dec 2023 00:00:00 +0700 KAJIAN OPERASIONAL PINTU AIR DAERAH IRIGASI (D.I) SUNGAI DAHAN DESA NANGA NUAK KECAMATAN ELLA HILIR KABUPATEN MELAWI https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/415 <p style="font-weight: 400;">Daerah Iirgasi (D.I) Sungai Dahan Desa Nanga Nuak Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi dengan luas wilayah 145 hektar yang dikembangkan pertama kali sejak tahun ±1970 dalam bidang pertanian yang terfokuskan pada tanaman padi. Penelitianini bertujuan untuk mendapatkan besarnya kebutuhan air yang dibutuhkan dan merencanakan operasional pintu air di Daerah Irigasi (D.I) Sungai Dahan Desa Nanga Nuak Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi. Analisis data yang dilakukan untukmendapatkan kebutuhan air pada tanaman padi, modulus drainase, dan analisis pada pintu air yang menggunakan data hidrologi. Dari data hasil pengolahan didapat kebutuhan air irigasi dengan pola tanam padi-padi- palawija diambil contoh pengolahan lahan, untuk perhitungan kebutuhan air irigasi (DR) didapatkan nilai maksimum sebesar 0,149 l/dt/ha pada bulan Oktober periode tanam I, sedangkan untuk nilai minimum didapat sebesar 0,00 l/dt/ha pada bulan Mei dan Desember dikedua periode masa tanam yang berarti membutuhkan air karena nilai curah hujan yang kurang. Perhitungan tinggi muka air dibagian hulu dantinggi bukaan pintu dapat dianalisis bahwa pada tinggi muka air dibagian hulu 0 tidak dapat dilakukan bukaan pintu yang terletak pada pintu air 1 (P1), pintu air dapat beroperasi pada bukaan di pintu air P2 sampai pintu air P6 dikarenakan adanyatinggi muka air setinggi 0,11m (P2) dan tinggi bukaan pintu setinggi 0,06 m. Pada pintu air 3, untuk muka air di bagian hulusetinggi 0,21 m dilakukan bukaan pintu setinggi 0,17 m yang dimaksudkan untuk menjaga air agar tetap mencukupi lahanpertanian.</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> Novenia , IKA MUTHYA ANGGRAINI, zainal Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Teknologi Infrastruktur https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/415 Sat, 23 Dec 2023 00:00:00 +0700 Penetralan Air Asam Tambang Menggunakan Campuran Kapur Tohor Dan Tawas Untuk Memenuhi Baku Mutu Lingkungan Pada Parameter pH Dan TSS Di KUD Sinamar Sakato https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/412 <p>Hasil pengamatan air asam tambang yang ada di KUD Sinamar Sakato&nbsp; terdapatnya air yang berada pada kolam pengendapan memiliki pH sebesar 5,2. Selain itu juga terdapat air limbah keruh berwarna kecoklatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kualitas air asam tambang setelah penambahan dosis campuran tawas dan kapur tohor, menganalisis jumlah kebutuhan dosis campuran tawas dan kapur tohor dan biaya yang dibutuhkan untuk menetralkan air asam tambang. Data primer yang dibutuhkan adalah pH air, nilai TDS.&nbsp; Kualitas air asam tambang setelah penambahan dosis campuran tawas dan kapur tohor pada KUD Sinamar Sakato telah memenuhi baku mutu lingkungan untuk pH dan TSS dengan dosis campuran 0,25 g/l kapur tohor ditambah 0,5 g/l tawas. Jumlah kebutuhan untuk menetralkan air asam tambang&nbsp; untuk dosis skala lapangan dibutuhkan campuran&nbsp; tawas sebanyak 79,92 kg ditambah 399,6 kg kapur tohor per hari. Biaya yang dibutuhkan dalam menetralkan air asam tambang dengan dosis campuran&nbsp; tawas dan kapur tohor untuk 1 hari dengan total Rp 4.075.920.</p> Melfa Yolanda, Dian Hadiyansyah , Hisni Rahmi , Afni Nelvi, Riam Marlina Amsya, Restu Juniah , Ahmad Fadhly Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Teknologi Infrastruktur https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/412 Sat, 23 Dec 2023 00:00:00 +0700 ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK SABUT KELAPA (COCOPEAT) SEBAGAI CAMPURAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/414 <p>Cocopeat saat ini sudah sering digunakan dalam bidang furniture dan pertanian. Sedangkan cocofiber pernah digunakan dalam pembuatan beton dan hasilnya beton dengan campuran cocofiber memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan beton konvensional. Pemanfaatan cocopeat dalam bidang Teknik Sipil belum pernah dilakukan. Cocopeat memiliki bentuk berupa butiran halus sehingga dapat dimanfaatkan sebagai campuran dalam agregat halus pada pembuatan beton. Analisis kelayakan cocopeat sebagai campuran agregat halus dapat dilihat pada hasil analisis fisik beton yang terbentuk. Beton yang terbentuk dengan campuran cocopeat sebesar 25% memiliki hasil yang lebih baik, terlihat dari bentuk beton yang lebih kikih dan tidak ada tumbuh jamur pada permukaan beton tersebut. Sedangkan untuk beton dengan campuran cocopeat 50% dan 75% terlihat beton lebih rapuh dan terbentuk jamur pada permukaan beton. Selain itu, nilai slump campuran beton dengan komposisi cocopeat 25% lebih besar dibandingkan dengan campuran beton dengan komposisi cocopeat 50% dan 75% yaitu 7,5 cm; 5,3 cm; dan 2,2 cm. Sedangkan nilai slump yang baik digunakan yaitu pada rentang 6 – 18 cm. Sehingga beton dengan campuran cocopeat 25% memiliki hasil yang lebih baik dari nilai slump dan sifat fisik yang terbentuk. Perbedaan ini juga terlihat pada hasil nilai uji tekan beton. Nilai rata-rata uji tekan beton yang terbentuk pada campuran cocopeat 25% yaitu 7,22 MPa lebih besar hasilnya dibandingkan dengan baton campuran cocopeat 50% dan 75% yaitu 1,82 MPa dan 1,13 MPa. Ini menunjukkan bahwa beton dengan campuran cocopeat 25% lebih baik dibandingkan campuran 50% dan 75%.</p> Hezliana Syahwanti, Irvhaneil Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Teknologi Infrastruktur https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/414 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0700