Jurnal Teknologi Infrastruktur https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft <div id="main-content" class="page_index_journal"> <div class="journal-description"> <p><strong>Jurnal Teknologi Infrastruktur (TEKSTUR)</strong> merupakan jurnal keilmuan<strong> bidang sipil dan lingkungan</strong> yang memuat tulisan-tulisan ilmiah mengenai penelitian-penelitian murni dan terapan serta ulasan-ulasan umum tentang perkembangan teori, metode dan ilmu-ilmu terapan terkait.</p> </div> </div> id-ID Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH VARIASI POSISI INVERTED V BRACED CBF TERHADAP PERILAKU STRUKTUR RANGKA BAJA 6 LANTAI DI KOTA PONTIANAK https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/683 <p style="font-weight: 400;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p style="font-weight: 400;"><strong>ABSTRAK</strong></p> <p style="font-weight: 400;">Perencanaan struktur baja tahan gempa yang paling banyak dijumpai di Indonesia adalah menggunakan pengaku (<em>bracing</em>). Beberapa sistem struktur baja tahan gempa yang lazim digunakan antara lain sistem rangka <em>bracing </em>kosentrik (<em>Concentric Braced Frame</em>, CBF). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi posisi <em>inverted </em>v<em> braced </em>CBF terhadap perilaku struktur rangka baja gedung perkantoran 6 lantai di Kota Pontianak. Metode penelitian melibatkan pemodelan struktur menggunakan software ETABS 22.1, dengan mempertimbangkan parameter seperti beban mati, beban hidup, dan beban gempa sesuai SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan <em>bracing</em> secara signifikan mengurangi periode getar struktur, <em>displacement</em> dan <em>drift</em>. Analisis ketidakberaturan struktur menunjukkan bahwa semua variasi memenuhi kriteria SNI 1726:2019 untuk ketidakberaturan horizontal dan vertikal. Selain itu, partisipasi massa ragam getar mencapai 100% pada mode ke-21, memenuhi persyaratan analisis dinamik. Hasil analisis struktur terutama <em>one story bracing</em>, efektif dalam meningkatkan kinerja seismik gedung dengan mengurangi simpangan dan periode getar. Variasi 2A dinilai paling optimal karena memberikan respons struktural yang baik tanpa memerlukan jumlah <em>bracing</em> berlebihan. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan struktur tahan gempa untuk bangunan tinggi.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci: </strong>Gempa, <em>Bracing, Displacement</em>, Periode Getar, <em>Drift.</em></p> Apra Julius Bagarak, Iona Violeta Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Teknologi Infrastruktur https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/683 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN PENGENDALIAN MUTU DENGAN KUALITAS STRUKTUR BETON PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERPADU IAIN PONTIANAK https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/647 <p>Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu IAIN Pontianak merupakan proyek strategis dengan sistem Design and Build yang menuntut pemenuhan standar mutu tinggi pada struktur beton bertulang, namun indikasi lemahnya dokumentasi dan pengawasan di lapangan berpotensi mempengaruhi kualitas akhir struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pengendalian mutu, mengevaluasi kualitas struktur beton, serta menguji hubungan antara kedua variabel tersebut. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 47 responden yang meliputi konsultan dan kontraktor, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan korelasi Pearson. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa manajemen pengendalian mutu belum optimal, ditandai dengan 42,55% responden menyatakan pengawasan pengecoran tidak intensif, yang berkorelasi dengan temuan fisik berupa ketidaksesuaian dimensi pada 64% elemen struktur dan permukaan beton yang kasar menurut 60% responden. Secara statistik, terbukti terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara manajemen pengendalian mutu dengan kualitas struktur beton dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,649 dan signifikansi 0,000, yang menegaskan bahwa peningkatan efektivitas pengawasan mutu akan secara signifikan memperbaiki kualitas fisik dan durabilitas struktur beton yang dihasilkan</p> <p>Kata Kunci: Manajemen, Pengendalian Mutu, Struktur Beton, Kualitas, Korelasi</p> ARHAM LAYARDI, Irvhaneil, Muji Listyo Widodo Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Teknologi Infrastruktur https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/647 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 TINJAUAN DRAINASE PADA JALAN CADIKA KABUPATEN SINTANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/684 <p>Genangan air pada Jalan Cadika, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan adanya permasalahan sistem drainase perkotaan akibat tingginya curah hujan. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, dan meningkatkan risiko lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir rencana, mengevaluasi kapasitas saluran drainase eksisting, serta merencanakan ulang dimensi saluran agar mampu mengalirkan limpasan air secara efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer berupa pengamatan kondisi genangan dan saluran, serta data sekunder berupa data curah hujan sepuluh tahun terakhir (2016–2025) dari BMKG Tebelian Sintang. Analisis hidrologi dilakukan dengan tiga metode distribusi frekuensi, yaitu Normal, Log Pearson Tipe III, dan Gumbel, yang selanjutnya diuji kecocokannya menggunakan Uji Chi-Kuadrat dan Uji Smirnov-Kolmogorov. Metode Gumbel terpilih sebagai acuan utama karena parameter statistiknya memenuhi kriteria kelayakan untuk data ekstrem, dengan nilai koefisien variasi (Cv) sebesar 0,195, koefisien kemencengan (Cs) sebesar 1,035 (≤ 1,139), dan koefisien kurtosis (Ck) sebesar 5,008 (≤ 5,400). Debit banjir rencana dihitung menggunakan Metode Rasional, sedangkan kapasitas saluran dianalisis dengan persamaan Manning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas saluran eksisting tidak mampu menampung debit banjir rencana pada seluruh periode ulang 2, 5 dan 10 tahun. Pada sisi kiri, kapasitas tampung eksisting hanya 0,6932 m³/det, sedangkan debit banjir rencana periode ulang 2, 5, dan 10 tahun berturut-turut sebesar 2,564; 3,177; dan 3,582 m³/det. Kondisi serupa terjadi pada sisi kanan saluran. Oleh karena itu, dimensi saluran direncanakan ulang menjadi lebar 1,10 m dan kedalaman 1,20 m untuk kedua sisi, sehingga kapasitas tampung saluran meningkat menjadi 3,613 m³/det dan mampu menampung seluruh debit banjir rencana (Qs &gt; Qr).</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Banjir; Curah Hujan; Drainase; Genangan Air; Kapasitas Saluran</p> Emilia Voni, Muji Listyo Widodo, Yufiansyah Hak Cipta (c) https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/684 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700