Kajian Normatif Efektivitas Hukum Transmigrasi terhadap Penanggulangan Kemiskinan di Kalimantan

Penulis

  • Muhammad Doing Universitas Panca Bhakti
  • Petrus Musa Universitas Panca Bhakti
  • Surianto Universitas Panca Bhakti
  • Trifonia Nita Teliana Universitas Panca Bhakti
  • Maria Eka Resti Universitas Panca Bhakti

Kata Kunci:

Efektivitas Hukum, Kebijakan Transmigrasi, Penanggulangan Kemiskinan, Kajian Normatif, Kalimantan

Abstrak

Kemiskinan tetap menjadi persoalan struktural di Kalimantan meski program transmigrasi telah berjalan puluhan tahun sebagai instrumen hukum pemerataan penduduk dan pengentasan kemiskinan. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian terus diperbarui melalui peraturan pelaksana terbaru, namun efektivitasnya dalam menekan kemiskinan belum banyak dikaji secara normatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas norma hukum dalam Undang-Undang Ketransmigrasian sebagai instrumen pengentasan kemiskinan di Kalimantan melalui kajian normatif atas kesenjangan antara regulasi dan implementasinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, analitis, dan komparatif, yang menelaah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier terkait ketransmigrasian di Kalimantan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi kekosongan, konflik, dan ketidakjelasan norma, lalu menguji konsistensinya secara vertikal dan horizontal antara undang-undang, peraturan pemerintah, dan peraturan daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumusan tujuan kesejahteraan dalam undang-undang bersifat umum tanpa indikator kemiskinan yang terukur, sementara peraturan pelaksana terbaru masih berorientasi administratif dan belum memuat mekanisme evaluasi dampak. Tingkat kemiskinan antarprovinsi Kalimantan bervariasi meski berada di bawah payung hukum yang sama, dan pengakuan konstitusional atas hak ulayat belum diikuti perlindungan yang efektif dalam praktik penguasaan lahan transmigrasi. Efektivitas hukum ketransmigrasian di Kalimantan lebih ditentukan oleh kejelasan substansi norma dan kapasitas regulasi daerah daripada oleh keberadaan undang-undang itu sendiri. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbaikan kebijakan pengentasan kemiskinan melalui transmigrasi perlu menggabungkan penguatan substansi hukum dengan peningkatan kapasitas kelembagaan daerah secara bersamaan.

Referensi

Alkire, S., & Foster, J. (2011). Counting and multidimensional poverty measurement. Journal of Public Economics, 95(7–8), 476–487. https://doi.org/10.1016/j.jpubeco.2010.11.006

BPS Provinsi Kalimantan Barat. (2025). Kemiskinan di Kalimantan Barat Lima Tahun Terakhir Alami Penurunan. https://iniborneo.com/2025/01/16/kemiskinan-di-kalimantan-barat-lima-tahun-terakhir-alami-penurunan/

BPS Provinsi Kalimantan Selatan. (2024). BPS Sebut Kemiskinan di Kalsel Turun 0,18 Persen pada 2024. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/4177026/bps-sebut-kemiskinan-di-kalsel-turun-018-persen-pada-2024

BPS Provinsi Kalimantan Timur. (2025). Persentase Penduduk Miskin September 2024 Turun Menjadi 5,51 Persen. https://kaltim.bps.go.id/id/pressrelease/2025/01/15/1133/

Fahmi, C. (2024). The application of international cultural rights in protecting Indigenous peoples' land property in Indonesia. AlterNative: An International Journal of Indigenous Peoples, 20(1), 157–166. https://doi.org/10.1177/11771801241235261

Fearnside, P. M. (1997). Transmigration in Indonesia: Lessons from its environmental and social impacts. Environmental Management, 21, 553–570.

Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. Russell Sage Foundation.

Kadir, M. Y. A., & Murray, A. (2019). Resource nationalism in the law and policies of Indonesia: A contest of state, foreign investors, and Indigenous peoples. Asian Journal of International Law, 9(2), 298–333. https://doi.org/10.1017/S204425131900002X

Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. (2025). Kementerian Transmigrasi Tegaskan Tak Ada Lagi Penempatan Transmigran Luar Daerah ke Provinsi Kalimantan Tengah. https://www.transmigrasi.go.id/en/kementerian-transmigrasi-tegaskan-tak-ada-lagi-penempatan-transmigran-luar-daerah-ke-provinsi-kalimantan-tengah/

Leo, S., Supriatna, J., Mizuno, K., & Margules, C. (2022). Indigenous Dayak Iban customary perspective on sustainable forest management, West Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas, 23(1).

Levang, P., & Sevin, O. (1989). Transmigration in Indonesia, 1905–1985. Orstom Indonesia Transmigration Project.

Listiyadi, T. (2026). Efektivitas Transformasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Kota Singkawang: Dari Bantuan Sosial ke Pemberdayaan Ekonomi. Journal of Economics Research and Policy Studies, 12(1).

Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana Prenada Media Group.

McWilliam, A. (2006). Historical reflections on customary land rights in Indonesia. The Asia Pacific Journal of Anthropology, 7(1), 45–64. https://doi.org/10.1080/14442210600551859

Melati, E. (2024). Transmigrasi, Menjawab Tantangan Kependudukan dan Ketimpangan Wilayah di Indonesia. Jurnal Analis Kebijakan (Jurnal Pusaka).

Moore, S. F. (1973). Law and social change: The semi-autonomous social field as an appropriate subject of study. Law & Society Review, 7(4), 719–746.

Mukrimin, M., & Acciaioli, G. (2023). Frontier formation in an Indonesian resource site. Journal of Political Ecology, 30(1). https://doi.org/10.2458/jpe.5673

Murtisari, A., Irham, I., Mulyo, J. H., & Waluyati, L. R. (2022). The effects of the transmigration programme on poverty reduction in Indonesia's Gorontalo Province: A multidimensional approach. Economies, 10(11), 267. https://doi.org/10.3390/economies10110267

Nurlinah, N., & Haryanto, H. (2024). Transmigration village development: The state and community organizations in rural Indonesia. Frontiers in Political Science, 6, 1441393. https://doi.org/10.3389/fpos.2024.1441393

Nurlinah, N., Haryanto, H., & Sunardi. (2020). New development, old migration, and governance at two villages in Jeneponto, Indonesia. World Development Perspectives, 19, 100223. https://doi.org/10.1016/j.wdp.2020.100223

O'Connor, C. M. (2004). Effects of central decisions on local livelihoods in Indonesia: Potential synergies between the programs of transmigration and industrial forest conversion. Population and Environment, 25, 319–333. https://doi.org/10.1023/B:POEN.0000036483.48822.2f

Pahmi, P., Gunawan, B., Iskandar, J., & Soemarwoto, R. (2023). Reverse social impact of oil palm plantation expansion: A study of three communities in Jambi, Indonesia. Forest and Society, 7(1), 61–75. https://doi.org/10.24259/FS.V7I1.24803

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009.

Potter, L. (2012). New transmigration 'paradigm' in Indonesia: Examples from Kalimantan. Asia Pacific Viewpoint, 53(3), 272–287. https://doi.org/10.1111/j.1467-8373.2012.01492.x

Pratiwi, A., Matous, P., & Martinus, K. (2022). Transmigration programs and migrant positions in rural community knowledge networks. Journal of Rural Studies, 95, 391–401. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2022.09.019

Samho, B., & Purwadi, Y. S. (2023). Menelisik Dampak Perkebunan Kelapa Sawit bagi Hutan Adat, Hak Ulayat, dan Visi Ekologis Masyarakat Hukum Adat di Kalimantan Barat. Veritas et Justitia, 9(2), 350–376. https://doi.org/10.25123/vej.v9i2.6476

Sangalang, E. P. (2025). Konflik Hukum antara Izin Usaha PT. Sawit Mandiri Lestari dengan Klaim Hak Ulayat Masyarakat Adat Kinipan. Jurnal Penelitian Hukum, 5(4), 166–177.

Setiawan, A., Tjiptoherijanto, P., Mahi, B. R., & Khoirunurrofik, K. (2022). The impact of local government capacity on public service delivery: Lessons learned from decentralized Indonesia. Economies, 10(12), 323. https://doi.org/10.3390/economies10120323

Siburian, M. E. (2022). The link between fiscal decentralization and poverty – Evidence from Indonesia. Journal of Asian Economics, 81, 101493. https://doi.org/10.1016/j.asieco.2022.101493

Simpson, B. (2021). Indonesian transmigration and the crisis of development, 1968–1985. Diplomatic History, 45(2), 268–284.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2001). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.

Vira Ningsih, R., & Najamuddin, N. (2021). Pengembangan Kawasan Transmigrasi dalam Rangka Meningkatkan Pembangunan pada Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja. Journal of Social and Policy Issues, 3, 116–121. https://doi.org/10.58835/jspi.v1i3.25

Wicaksono, P., Akbar, P. N. G., & Ahmad, R. (2026). Income and employment: Evidence from the Indonesian transmigration program. International Journal of Population Studies, 12(1), 81–90. https://doi.org/10.36922/ijps.7082

Diterbitkan

2026-08-03

Cara Mengutip

Doing, M., Musa, P., Surianto, Nita Teliana, T., & Eka Resti, M. (2026). Kajian Normatif Efektivitas Hukum Transmigrasi terhadap Penanggulangan Kemiskinan di Kalimantan. JUMPA BHAKTI : (JURNAL MULTIDISIPLIN PASCASARJANA) BHAKTI, 2(2), 214–229. Diambil dari https://jurnal.upb.ac.id/index.php/jumpa_bhakti/article/view/664

Terbitan

Bagian

Artikel