Pengaruh Panjang dan Lama Masa Simpan Entres terhadap Pertumbuhan dan Keberhasilan Sambung Pucuk Tanaman Mangga (Mangifera indica L.)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Mango (Mangifera indica L.) is an important horticultural commodity whose quality seedling production relies mainly on top grafting. Limited availability of mother trees often requires scion transport and storage before grafting, making scion length and storage duration critical factors. This study investigated the effects of scion length, storage duration, and their interaction on plant height increment, leaf number increment, and seedling establishment percentage in mango top grafting. The experiment was conducted from February to April 2025 at Rizky Alam Borneo Nursery, Pontianak, using a 3×3 factorial Randomized Complete Block Design with three replications. Scion length was set at three levels (10, 15, and 20 cm) and storage duration at three levels (2, 4, and 6 days) using newspaper wrapping. Results showed highly significant interactions (P<0.01) between scion length and storage duration for all three parameters. The p₂l₂ combination (15 cm scion, 4 days storage) produced the highest height increment (6.44 cm), while p₂l₁ (15 cm, 2 days) yielded the most leaves (6.11 leaves). The p₁l₃ combination (10 cm, 6 days) resulted in the lowest seedling establishment percentage (2.00). Neither scion length nor storage duration significantly affected scion mortality or dormancy rates.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Referensi
Bahri, S., A. Amin, dan M.A. Ash'ari. 2018. Keberhasilan sambung pucuk mangga (Mangifera indica L.) akibat perlakuan lamanya penyimpanan dan panjang entres. Prosiding Seminar Nasional Pertanian dan Perikanan. 1:182–193.
BPS. 2022. Produksi tanaman mangga menurut provinsi 2020–2022. Badan Pusat Statistik Indonesia. Jakarta.
Fadhila, A., E.D. Widyastuti, dan Suharijanto. 2022. Pengaruh lama penyimpanan dan jumlah mata tunas batang atas terhadap keberhasilan sambung pucuk alpukat (Persea americana Mill.). Muria Jurnal Agroteknologi. 1(2):7.
Gaspersz, V. 1994. Metode perancangan percobaan. CV Armico. Bandung.
Hartmann, H.T. dan D.E. Kester. 1978. Plant propagation: Principles and practices. Prentice Hall. New Jersey.
Kurniastuti, T. 2014. Pengaruh defoliasi daun entres dan lama tunda sambung pada keberhasilan penyambungan bibit sirsak (Annona muricata L.). Grafting. ISSN: 2088-2440. 4:1–11.
Lakitan, B. 2001. Fisiologi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Larekeng, Y. dan S. Samudin. 2017. Kajian berbagai lama penyimpanan entres terhadap hasil sambung samping kakao (Theobroma cacao L.) klon Sulawesi. Jurnal Mitra Sains. 5(1):90–97.
Liwanza, N., Muksalmina, Ismadi, dan R.S. Herwindya. 2019. Keberhasilan sambung pucuk durian (Durio zibethinus) lokal Aceh akibat perlakuan cara dan lama penyimpanan batang atas. Jurnal Agrium. 16(2):166–170.
Mariyati, S., A. Lasmini, dan S. Laude. 2020. Pengaruh berbagai panjang entris terhadap keberhasilan sambung sisip alpukat (Persea americana Mill.). eJurnal Agrotekbis. 8(2):411–416.
Rahadi, N.W., P.D. Made, dan A. Mahendra. 2022. Studi pengaruh perbedaan media simpan entres terhadap keberhasilan grafting wani ngumpen bali (Mangifera caesia Jack. var. Ngumpen Bali). Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 11(1):41–50.
Rukmana, R. 1999. Teknik memproduksi bibit unggul tanaman buah-buahan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Setiyono, A.E. dan M. Munir. 2017. Respon pertumbuhan bibit secara grafting terhadap posisi entres dan beberapa varietas mangga garifta (Mangifera indica L.). Agritrop. 4(1):17–24.
Tambing, Y. dan A. Hadid. 2008. Keberhasilan pertautan sambung pucuk pada mangga dengan waktu penyambungan dan panjang entres berbeda. Jurnal Agroland. 15(4):296–301