Penurunan Kadar Fe Dan Mn Menggunakan Kapur Tohor (CaO) Pada Penetralan Air Asam Tambang

Penulis

  • Yolno Vernando Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang
  • Afni Nelvi Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang
  • Ahmad Fadhly Universitas Negeri Padang
  • Dian Hadiyansyah Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang
  • Hisni Rahmi Universitas Jambi

Abstrak

Proses pengolahan air asam tambang di PT Bumi Bara Makmur Mandiri menggunakan metode aktif. Terdapat air limbah keruh berwarna kecoklatan dan coklat kemerahan di kolam pengendapan lumpur (KPL). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perubahan pH, Fe dan Mn pada sampel air asam tambang menggunakan kapur tohor dan menghitung biaya yang dibutuhkan untuk menetralkan air asam tambang. Proses netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan metode eksperimen dengan 3 variasi dosis kapur tohor 0,2 g/l; 0,3 g/l dan 0,4 g/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapur tohor efektif menurunkan kadar Fe dan Mn pada air asam tambang. pH awal air asam tambang adalah 6.05. Nilai pH meningkat dengan bertambahnya dosis koagulan kapur tohor. Kadar Fe sebelum dilakukan penetralan air asam tambang adalah 1,20 mg/l, dan setelahnya menjadi 0,15 mg/l pada semua variasi dosis yang diberikan. Kadar Mn mengalami penurunan yang signifikan pada dosis 0,2 g/l (dari 72,20 mg/l menjadi 0,08 g/l). Kadar Mn yang sama diperoleh pada dosis 0,3 g/l dan 0,4 g/l yaitu 0,122 mg/l. Biaya yang dikeluarkan untuk menetralkan Fe dan Mn  sebesar Rp.368.000/harinya atau  Rp.11.040.000,-/bulan.

Unduhan

Diterbitkan

12/30/2025

Cara Mengutip

Vernando, Y. ., Nelvi, A., Fadhly, A., Hadiyansyah, D., & Rahmi, H. (2025). Penurunan Kadar Fe Dan Mn Menggunakan Kapur Tohor (CaO) Pada Penetralan Air Asam Tambang. Jurnal Teknologi Infrastruktur, 7(02), 29–35. Diambil dari https://jurnal.upb.ac.id/index.php/ft/article/view/608