PENGARUH VARIASI POSISI INVERTED V BRACED CBF TERHADAP PERILAKU STRUKTUR RANGKA BAJA 6 LANTAI DI KOTA PONTIANAK
Abstrak
ABSTRAK
Perencanaan struktur baja tahan gempa yang paling banyak dijumpai di Indonesia adalah menggunakan pengaku (bracing). Beberapa sistem struktur baja tahan gempa yang lazim digunakan antara lain sistem rangka bracing kosentrik (Concentric Braced Frame, CBF). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi posisi inverted v braced CBF terhadap perilaku struktur rangka baja gedung perkantoran 6 lantai di Kota Pontianak. Metode penelitian melibatkan pemodelan struktur menggunakan software ETABS 22.1, dengan mempertimbangkan parameter seperti beban mati, beban hidup, dan beban gempa sesuai SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan bracing secara signifikan mengurangi periode getar struktur, displacement dan drift. Analisis ketidakberaturan struktur menunjukkan bahwa semua variasi memenuhi kriteria SNI 1726:2019 untuk ketidakberaturan horizontal dan vertikal. Selain itu, partisipasi massa ragam getar mencapai 100% pada mode ke-21, memenuhi persyaratan analisis dinamik. Hasil analisis struktur terutama one story bracing, efektif dalam meningkatkan kinerja seismik gedung dengan mengurangi simpangan dan periode getar. Variasi 2A dinilai paling optimal karena memberikan respons struktural yang baik tanpa memerlukan jumlah bracing berlebihan. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan struktur tahan gempa untuk bangunan tinggi.
Kata Kunci: Gempa, Bracing, Displacement, Periode Getar, Drift.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Teknologi Infrastruktur

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

